Langsung ke konten utama

Cerita Hari Ini

Minggu, 16 Mei 2021

Sore mendung. Menyisakan air yang menggenang. Basah di sepanjang jalan. Ya, kau pergi lagi setelah tinggal beberapa hari. Aku, bisa apa? Jika ku tanya, apa tujuanmu pergi ke sana? Mengapa kau lebih memilih pergi tempat yang jauh? Kenapa? Ah, sekali-kali ingin ku tanyakan perihal ini padamu. Bukan. Bukan maksudku menyesali kepergianmu. Hanya saja, ada rasa takut yang kurasa. Atau ini hanya salahku yang terus bergantung padamu?

"Hati-hati ya, nak" ucap ibuku.

Kata-kata itu membuatku ingin menangis. Kini setelah kepergianmu, aku merasa sendiri lagi. Aku bahkan merasa pusing. Capek. Gimana ya nanti aku ngelewatin ini sendiri?

Baru kali ini aku mendengar ibuku mengatakan kata "nak" kepada salah satu anaknya, dan itu bukan kepadaku. Melainkan dia.

Haha. Aku tau kau pasti tertawakan jika membaca ini? Lebay amat.

Oh ya. Untukmu yang saat ini sedang pergi. Aku cuman mau bilang. Kalau, ibu sama abah sayang sama kamu. Lihat, ngga? Tatapan mereka saat ikut melepasmu pergi? Nggak, kan? Ya iyalah.
Mereka berdua baru beranjak pergi saat yakin kau sudah tak lagi terlihat. Duh. Sore-sore gini gue jadi mewek. Haha.

Lu sebenernya sedih ngga sii saat ninggalin kami?

Gue ngga tau lagi ya. Biasanya sejak kepergian lu beban tanggung jawab gue makin banyak. Beneran. Gue ngga bisa bayangin anak yang ngga punya saudara. Sepi ngga, ya? Sedih ngga ya ngga ada temen buat main dan becanda. 
Ini membuat gue makin bersyukur. Tambah lagi dan lagi. So..
Semoga lu pergi ngga lama, ya?
Soalnya gue capek. ๐Ÿคฃ ah becanda.

Oh iya satu lagi. Gue sempet denger percakapan lu sama ibu. Iya. Soal itu. Jadi, kalau ibu udah nyiapin bekal buat lu, apapun itu yaudah bawa aja, jangan banyak bacot lu. Tau ngga, kata-kata ibu yang bikin hati gue perih?

"Apa susahnya sii bawa ini doang? Padahal sudah ibu siapin, kakak kan ngga nebeng sama temen kan? Jadi, ibu rasa ngga ribet bawanya. Yasudah terserah kalau ngga mau dibawa, ngga papa."

Tuh!
Denger, ngga?
Ah, bukan, maksud gue, liat ngga luu? Baca ngga?
Kalau gue di posisi emak, gue pasti sakit hati. Sama aja artinya lu ngga ngehargain dia. Makanya, gue rasa lu emang udah seharusnya lah ya sadar gitu. Sadaar ceunaah. Ibu tu sayang bangeet sama lu. Lu sayang ga siih?!

Huft.

Hm.. tentang gue. Ngga usah dipikirin juga ngga papa. Gue akan berusaha menjadi anak yang berguna buat abah dan ibu. Lu tenang aja. Tapi, jangan juga leha-leha lu ya di sana.
Iya, gue tau. Gue harus lebih mandiri lagi di sini. Juga, melawan rasa takut itu sendiri. Menghadapinya, bukan bersembunyi darinya.
Gue tau. Gue ngga akan selamanya terus bisa bergantung sama lu. Akan ada saatnya kita ngga akan bisa bersama. Jadi, sekuat mungkin gue akan berusaha. Semoga bisa, ya?


O iya, ada lagi nih satu cerita. Lu mah mana tau kalau gue ngga cerita. Jadi gini . . .

Waktu itu ibu lagi manggang ikan. Terus, gue dateng. Ngobrol-ngobrol sans aja gitu, khaan. Waah.. enak nii. Gue cekrek ah.
Trus ibu nanya nih. "Ngapain lagi kamu?"
"Hm? Fotoin ini lah, mau aku kirim sama ima."
"Ih jangan. Kasiaan kakakmu."
"Lah, kenapa bu?"


Kan?
Saking ibu menjaga perasaan lu. Dia ngga sampai hati kalau kami di sini makan enak sedangkan elu di sana ngga. Padahal mah kita mana tau?

Yaaa.. begitulah kasih sayang seorang emak dan ayah untuk anaknya. Saat-saat lu pergi, begitu banyak gue temukan bentuk kasih sayang mereka yang secara tersirat yang disampaikan ke elu. Waah.. ternyata jadi anak rantau gitu, ya? Dikangenin. Pengen deh sekali-kali gue juga merantau gitu. Dan elu di rumah nunggu gue dateng. Asik kali ya? Hahaha.


Mungkin ini adalah akhir dari cerita hari ini. Semoga bisa diambil pelajaran. Terimakasih sudah berkenan membaca dan meluangkan waktunya. ๐Ÿ˜Š

Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca ini. Comment bagaimana kesan kalian setelah membaca ini, atau hal apapun itu. Balasan kalian sangat berarti bagiku. Jika tulisan ini bagus untuk dishare, monggo atuh. Saya izinkan. 

Salam hangat, untukmu. ๐Ÿค—
Sampaijumpaeyo, saranghaeyo๐Ÿ€


Find me on Instagram @thiyyaeladzkia


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perasaan yang akhir-akhir ini dirasakan

Hai.. akhir-akhir ini banyak kesibukan, ya? kadang bikin hati sama pikiran lelah. tapi, jangan sampai lupa ya dengan bahagia dan sehat kamu. itu penting, demi keberlangsungan hidupmu sebagai manusia. it's okay perlahan.. ditungguin kok. merasa ketinggalan dengan yang lain, merupakan perasaan yang kerap dirasakan, ya? gapapa, terus aja berjalan sesuai lintasanmu. manusia memang di desain cepat untuk melupakan ya, ketika melihat kenikmatan orang lain. pengen ini dan itu serba cepat, tapi lupa kalau semua itu mesti dibangun melalui proses dulu untuk mencapainya. prosesnya pun ga mudah, loh. kita sering melihat hasilnya saja, tanpa peduli bagaimana prosesnya. yaah.. begitulah. well , di tengah kegiatan yang padat ini, aku sepertinya mulai mengurangi kegiatan menulisku. entah di blog, ataupun di buku catatan pribadi.  is it different? y a.. beda aja sii menurutku. aku merasa kehilangan kesenangan itu sendiri. melewati kehidupan tanpa mendalami maknanya. hanya sekedar jalan, minim mengam...

Catatan Pembelajaran Qiraat Qalun PBA 2A 060221

23:52 Pertemuan pertama di semester 2  "Qiraat Imam Qalun (rawi dari imam nafi')" Kitab yang dipelajari :  ุงู„ู…ุถู…ู†ูˆู† ููŠ ุฑูˆุงูŠุฉุงู„ุฅู…ุงู… ู‚ุงู„ูˆู† Hlm. 5 Biografi Imam Nafi' dan Imam Qalun ๐Ÿ€ Imam Nafi' Imam Nafi' almadani, Nafi' bin Abdirrahman bin abi Nu'aim. Kuniyah beliau Abu Ru'aim, Abul hasan, Abu Abdirrahman, beliau adalah maula ja'wanah. Lahir pada tahun 70 H, berasal dari Ashbihan. Kulit beliau berwarna hitam, sangat hitam. Merupakan salah satu imam yang tujuh, bagus akhlaknya, wajahnya manis, dan pandai bercanda. Beliau belajar qiraat dari 70 orang dari ulama tabi'in, diantaranya Abu Ja'far, Syaibah bin Nashah, Muslim bin Jundub, Yazid bin Rumman, Muhammad bin Muslim bin Syihab Azzuhri, dan Abdurrahman bin Hurmuz ala'raj. Beliau bergelut dibidang qiraat dan mengajarkan kepada murid lebih dari 70 tahun. Beliau orang yang zuhud, dermawan, alim terhadap berbagai bacaan qiraat, mengikuti dan meneliti terhadap riwayat2 yang d...