Amuntai, 01 February 2024 Hai-hai! Selamat datang di bulan Februari. Tulisan pertama untuk membuka cerita di bulan ini. Ada kejadian yang bikin seneng, hari ini pertama kalinya dapat gajihan dari ngajar TPA. Total honor guru yang didapat berjumlah Rp.144.000. Ada perasaan haru yang dirasa, ternyata seperti ini rasanya gajihan. Kuberikan sedikit kepada emak sebanyak Rp. 50.000. Nominal yang terbilang sedikit jika dibandingkan dengan pemberian kakak kepada emak. Gapapa. Sedikit demi sedikit. Semoga berkah. Emak sempat menolak saat ku berikan uang gajih pertamaku. Katanya, ga usah, kalau-kalau nanti kamu banyak bayaran. Gapapa, ma, ucapku. Sekali-kali. Moga nanti bisa beri emak lebih banyak lagi. Emak senyum, senang tak tergambar rasanya. Rasa senang melihat raut wajah emak yang senang, setidaknya menghilangkan rasa cemasku akan hari esok. Selama masih ada emak, ku rasa dunia akan baik-baik saja. Tuhan, terimakasih banyak atas nikma...
Amuntai, 31 January 2024 Que sera, sera. Ya, yang terjadi, biarlah terjadi. Beberapa pengalaman hidup yang ku alami pada akhir-akhir ini, mengajarkanku untuk lebih dewasa dalam bersikap, menata hati dan bersabar. Seperti halnya pengalaman bekerja disebuah instansi, pengalaman berinteraksi dengan orang-orang yang berada di luar lingkup kita, orang-orang yang belum pernah ditemui sebelumnya. Ada perasaan kikuk, gugup dan perasaan-perasaan yang sekawan dengannya. Tentu saja. Wajar. Berproses ’kan? Ya perlu waktu. Di awal tahun 2024 ini dibuka dengan beberapa masalah juga yang terjadi, khususnya gawaiku, -yang kini mungkin sudah berusia kurang lebih 5 tahun bersamaku-, mengalami serangan penyakit yang membuat setengah layarnya teramputasi. Sakit memang. Tak bisa ku apa-apakan, selain berpasrah dengan keadaan. Sebab mengobatinya juga memerlukan biaya yang cukup besar. Pekerjaan ku kini jadi terbatas. Penelitianku yang rencananya di bulan Januari, nyatanya kandas. Mungkin, Tuha...