Langsung ke konten utama

Kepergianmu


Sabtu, 28 November 2020
Pagi itu terasa dingin. Hujan yang turun begitu derasnya tadi malam, menyisakan rintik di pagi harinya. Aku tak menyangka. Hari yang ku takutkan akan datang. Dan memang sudah datang pada pagi hari ini. 

Sebuah kabar duka yang membuat hatiku remuk saat itu juga. Dan dengan sadar berucap "Ya Allah, benarkah?" 

إنالله وإن إليه راجعون
Telah berpulang ke rahmat K.H Ahmad Suhaimi. Turut berduka cita atas berpulangnya ke rahmatullah, guru kami tercinta K.H Ahmad Suhaimi, usia 79 tahun. Pada hari Sabtu, 28 November 2020. Pukul 06.00 WITA.

Ah, kepulanganmu begitu cepat. Wahai guruku, aku sangat merasa kehilangan sosokmu. Minggu kemarin adalah minggu terakhir kita belajar bersama di lokal PBA 1A. Masih terngiang-ngiang akan semua kata-kata yang terlontarkan dari mulutmu. Hari itu, kau banyak bercerita tentang wafatnya Nabi Muhammad Saw., setelah sebelumnya mengajarkan kami tentang "Mim dan Nun Al-musyaddadataan". 
Kebetulan sekali, minggu itu aku duduk di bangku paling depan berdampingan dengan teman seperjuangan Sari Helmayanti, tepatnya di samping hijab. Aku bersyukur sekali dapat melihatmu dengan jelas waktu itu. Saat pelajaran usai, dengan sengaja ku pandangi wajahmu, agar memori tentangmu tertanam dalam ingatanku. Wajah yang mungkin tak akan bisa lagi ku lihat secara langsung. Kau mengatakan bahwa Allah menghilangkan ilmu dengan mewafatkan ulama. Ternyata, seminggu kemudian.. 

Kau benar-benar pergi untuk waktu yang lama..

Nasehatmu terlalu banyak jika ku tuliskan di sini. Salah satunya, kau selalu mengajak kami untuk mendawamkan membaca Al-Qur'an. Karena barangsiapa mengkhatamkan Al-Qur'an, maka enam puluh ribu malaikat akan bershalawat kepadanya, juga keutamaan-keutamaan membaca Al-Qur'an lainnya.

Belum sampai satu semester kami semua belajar bersamamu. Akan ku ingat selalu nasehatmu, wahai Guruku. Tak terasa air mata mengalir begitu saja saat mengingat minggu-minggu kemarin yang kita semua lewati bersama.

Apa yang sudah engkau ajarkan kepada kami.. semoga Allah balas dengan sebaik-baik balasan. Allah-lah yang mampu membalas semua kebaikanmu. Do'a kami semua akan terus mengalir padamu, in sya Allah.. 

Selamat Jalan Wahai Guruku..💐
Semoga Allah mempermudah jalanmu..
Aaamiiin ya rabbal 'aalamiin..


Rintik Hujan di 28112020
Ditemani alunan lagu Jung Seung Hwan - Day & Night yang mengekspresikan hatiku saat ini.

Komentar

  1. Hari yang amat sangat berat untuk kita semua.. semua merasakan kepedihan yang mendalam. Sosok yang sangat luar biasa. Yang akan selalu dikenang dalam hati kita semua. Kini, telah meninggalkan kita...
    Surga menanti beliau, Kaka..
    Tabahkan hati dan ikhlaskan semuanya. Kenang selalu semua yang telah beliau berikan, yang telah beliau ajarkan kpd kita.
    Mari kita jalankan semua nasihat yg beliau berikan.
    Kumpulkan kami semua ya Rabb, dalam jannah-Mu kelak bersama orang-orang yang Kau sayangi. 🤲

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perasaan yang akhir-akhir ini dirasakan

Hai.. akhir-akhir ini banyak kesibukan, ya? kadang bikin hati sama pikiran lelah. tapi, jangan sampai lupa ya dengan bahagia dan sehat kamu. itu penting, demi keberlangsungan hidupmu sebagai manusia. it's okay perlahan.. ditungguin kok. merasa ketinggalan dengan yang lain, merupakan perasaan yang kerap dirasakan, ya? gapapa, terus aja berjalan sesuai lintasanmu. manusia memang di desain cepat untuk melupakan ya, ketika melihat kenikmatan orang lain. pengen ini dan itu serba cepat, tapi lupa kalau semua itu mesti dibangun melalui proses dulu untuk mencapainya. prosesnya pun ga mudah, loh. kita sering melihat hasilnya saja, tanpa peduli bagaimana prosesnya. yaah.. begitulah. well , di tengah kegiatan yang padat ini, aku sepertinya mulai mengurangi kegiatan menulisku. entah di blog, ataupun di buku catatan pribadi.  is it different? y a.. beda aja sii menurutku. aku merasa kehilangan kesenangan itu sendiri. melewati kehidupan tanpa mendalami maknanya. hanya sekedar jalan, minim mengam...

Cerita Hari Ini

Minggu, 16 Mei 2021 Sore mendung. Menyisakan air yang menggenang. Basah di sepanjang jalan. Ya, kau pergi lagi setelah tinggal beberapa hari. Aku, bisa apa? Jika ku tanya, apa tujuanmu pergi ke sana? Mengapa kau lebih memilih pergi tempat yang jauh? Kenapa? Ah, sekali-kali ingin ku tanyakan perihal ini padamu. Bukan. Bukan maksudku menyesali kepergianmu. Hanya saja, ada rasa takut yang kurasa. Atau ini hanya salahku yang terus bergantung padamu? "Hati-hati ya, nak" ucap ibuku. Kata-kata itu membuatku ingin menangis. Kini setelah kepergianmu, aku merasa sendiri lagi. Aku bahkan merasa pusing. Capek. Gimana ya nanti aku ngelewatin ini sendiri? Baru kali ini aku mendengar ibuku mengatakan kata "nak" kepada salah satu anaknya, dan itu bukan kepadaku. Melainkan dia. Haha. Aku tau kau pasti tertawakan jika membaca ini? Lebay amat. Oh ya. Untukmu yang saat ini sedang pergi. Aku cuman mau bilang. Kalau, ibu sama abah sayang sama kamu. Lihat, ngga? Tata...

Catatan Pembelajaran Qiraat Qalun PBA 2A 060221

23:52 Pertemuan pertama di semester 2  "Qiraat Imam Qalun (rawi dari imam nafi')" Kitab yang dipelajari :  المضمنون في روايةالإمام قالون Hlm. 5 Biografi Imam Nafi' dan Imam Qalun 🍀 Imam Nafi' Imam Nafi' almadani, Nafi' bin Abdirrahman bin abi Nu'aim. Kuniyah beliau Abu Ru'aim, Abul hasan, Abu Abdirrahman, beliau adalah maula ja'wanah. Lahir pada tahun 70 H, berasal dari Ashbihan. Kulit beliau berwarna hitam, sangat hitam. Merupakan salah satu imam yang tujuh, bagus akhlaknya, wajahnya manis, dan pandai bercanda. Beliau belajar qiraat dari 70 orang dari ulama tabi'in, diantaranya Abu Ja'far, Syaibah bin Nashah, Muslim bin Jundub, Yazid bin Rumman, Muhammad bin Muslim bin Syihab Azzuhri, dan Abdurrahman bin Hurmuz ala'raj. Beliau bergelut dibidang qiraat dan mengajarkan kepada murid lebih dari 70 tahun. Beliau orang yang zuhud, dermawan, alim terhadap berbagai bacaan qiraat, mengikuti dan meneliti terhadap riwayat2 yang d...