Jum'at, 28 Mei 2021.

Tak perlu waktu lama untuk menemukan dua buku ini. Dan aku rasa ini cocok dengan keadaanku saat ini yang mulai agak malas murajaah hafalan. Astaghfirullah.. semoga tambah semangaat lagii, aaamiiin.
After I found these two books, aku langsung memberitahu penjaga perpusatakaan kalau aku ingin meminjam buku. Then, she is says to me "Pengembalian bukunya tanggal 5 (Mei) ya."
Iya, terimakasih mba.
Lanjut ajaa deh balik ke rumah. Uhhuuy. Alhamdulillah. Ada banyak rasa bahagia yang muncul hari ini. Kebahagiaan akan terus hadir selama kita sendiri yang buat. Jangan membatasi kebahagiaanmu dengan hal-hal yang membutuhkan waktu lama untuk digapai. Takut aja kalau misal untuk bahagia kamu harus punya helikopter pribadi baru merasa bahagia. Kelamaan, kan? Takut lama aja gitu kamu nunggunya. Jadi, kapan bahagianya?
So, menurutku ngga harus nunggu itu juga. Buatlah kebahagian-kebahagiaan kecil yang mudah diraih. Sehingga kamu bisa lebih cepat merasakan bahagia, tenang dan banyak bersyukur lagi dan lagi.
O, iya. Sore ini, ke kampus lagi. Ada mata kuliah Qiraat hari ini. Ini juga pertama kalinya kami mengadakan tatap muka. Alhamdulillah.. akhirnya.
Siangnya, aku ada sedikit murajaah pelajaran minggu terakhir lalu. Hanya mencoba membiasakan diri aja gitu buat semangat belajar. Ya, walaupun rasa ngantuk tak bisa dipungkiri, tinggal bawa tidur sebentar aja, ya khan?
Hari ini.
Kumulai dari cerita pagi. Bangun kesiangan, kira-kira jam 6 lewat. Ah lagi-lagi. Aku belum bisa konsisten. Melewati hari-hari yang penuh kejutan. Ada jam kuliah pagi ini. Aku harus segera bersiap. Semuanya ku lakukan dengan sigap. Dan akhirnya aku sampai ke kampus di waktu yang tepat. Kosong. Tak ada seseorang yang ku temukan. Waw, apakah aku yang pertama? Ah ternyata tidak. Ada lagi temanku laki-laki yang sudah memengang pel. Aku salut. Tak lama kemudian, teman-temanku yang lain mulai berdatangan. Sembari temanku yang lain sambil menyapu beberapa hektar lantai kelas, aku membangunkan kursi yang sedang lelap tertidur. Temanku yang lain juga membantuku menyusun kursi untuk pembelajaran hari ini.
Ah gue senang sekali. Ada perasaan bahagia aja gitu, ketika kita mempersiapkan kelas dengan rapi, kemudian teman-teman yang lain langsung memasuki kelas dan menempati kursi-kursi yang sudah disediakan. Rasanya ah mantap. Semoga tetap istiqamah rajinnya, aaamiin.
Mata kuliah Tajwid II guys hari ini. Ini kali pertama hadir setelah libur idul fitri. Ada rasa semangat yang kembali hadir bersemi dalam hati. Tajwid. Salah satu mata kuliah favoritku. Dosennya pun tidak membosankan. Nama dosen mata kuliah tajwid semester 2 ini adalah Asfianur, S.Pd. Yang aku suka dari mata kuliah ini adalah dalam metode pembelajarannya, beliau menggunakan media audio-visual. Secara sederhana, audio visual diartikan sebagai media yang memiliki unsur gambar dan unsur suara. Jenis media ini cenderung memiliki kualitas yang lebih baik, karena melibatkan dua unsur yang saling melengkapi. Iya, kaya kamu dan aku saat bersama kelak. Wkwk. Unsur tersebut yakni unsur visual (melihat) dan juga unsur auditif (mendengar). Itulah yang membuat tak membosankan. Setiap pembukaan selalu diisi dengan ceramah singkat. Dilanjutkan pembahasan materi. Tak lupa di setiap akhir sesi materi, disambung dengan sesi tanya jawab. Sesi terakhir ini mungkin sesi yang begitu mendebarkan bagi mahasiswa yang tidak memurajaah pelajarannya di malam hari. So, kalau tidak ingin mendapat nilai yang bagus jangan belajar malamnya. Wkwkwk.
O iya, sebelum pulang, ada hal menarik yang terjadi pagi ini. Dosen kami membacakan tulisan kesan dan pesan yang sudah ditulis oleh kami yang ditujukan kepada beliau pada pertemuan sebelum libur ramadhan. Ngakak banget sama tulisan mereka. Ups, nama penulisnya disamarkan ya. Ada aja kata-kata yang dibacakan oleh dosen kami yang sontak membuat kami tertawa terpingkal-pingkal. Ada yang memberi saran, untuk pembelajaran selanjutnya jangan terlalu lama. Ada juga yang memohon jika libur nasional, perkuliahan juga harus diliburkan. Hedeeuh. Terserah kalian aja lah. Wkwkwk. Sekitar jam 10.05 kami semua akhirnya pulang. "Barelaan muallim.."
Itulah kata-kata yang terucap dari mulut kami semua saat mengakhiri kelas.
Saat perjalanan pulang, ketemu sama temenku di lampu merah. Bertegur sapa sebentar sembari menunggu lampu merah berganti warna menjadi hijau. And then, gue memutuskan untuk mampir ke perpus daerah. Cari-cari buku, kali aja nemu jodoh. Jodoh buku yang cocok maksudnya. Ca elaah. Iya sendiri. Sama siapa lagi? Aku anaknya emang suka sendiri. Ah alesan. Wkwkwk. Terkadang, ada kalanya sendiri itu enak ceunah. Ngerasa bebas aja gitu. Kalau sama temen, biasanya ujung-ujungnya malah ngerumpi. Tapi ngga semua yaa. Sebagiaan. Ada aja gitu orang-orangnya.
Hm.. Agak lumayan kosong ni perpus. Kulihat ada dua orang anak kecil sedang baca komik. Ah pemandangan yang menyejukkan sekali. Gue lebih suka sama anak-anak yang hobi baca buku daripada main gadget. Trus di meja ujung dekat jendela, ku lihat ada seorang bapak yang juga sedang membaca, sesekali memandang deretan buku dihadapannya. Ku pikir, beliau mungkin sibuk memikirkan 'judul buku yang mana lagi ya yang akan kubaca'. Waah.. salut sii ama ni bapak. Semangatnya untuk membaca melebihi anak muda. Gue yang disindir lewat pemandangan ini merasa malu wey. Iya malu. Sebagai mahasiswa sudah seharusnya mempunyai banyak bahan baca. Yang bermutu dan berkualitas. Ah aku harus lebih semangat lagi.
Aku kemudian mencari buku-buku yang ingin ku baca. Awalnya ingin yg fiksi, tapi ku pikir ini bukan waktu yang pas. Soalnya masa liburan udah habis. Jadi pilihanku jatuh kepada buku yang bernuansa qur'ani. Maa sya Allah. Semoga gue dapat siraman rohani setelah baca buku ini. Mau liat?
This is 🤗
Kumulai dari cerita pagi. Bangun kesiangan, kira-kira jam 6 lewat. Ah lagi-lagi. Aku belum bisa konsisten. Melewati hari-hari yang penuh kejutan. Ada jam kuliah pagi ini. Aku harus segera bersiap. Semuanya ku lakukan dengan sigap. Dan akhirnya aku sampai ke kampus di waktu yang tepat. Kosong. Tak ada seseorang yang ku temukan. Waw, apakah aku yang pertama? Ah ternyata tidak. Ada lagi temanku laki-laki yang sudah memengang pel. Aku salut. Tak lama kemudian, teman-temanku yang lain mulai berdatangan. Sembari temanku yang lain sambil menyapu beberapa hektar lantai kelas, aku membangunkan kursi yang sedang lelap tertidur. Temanku yang lain juga membantuku menyusun kursi untuk pembelajaran hari ini.
Ah gue senang sekali. Ada perasaan bahagia aja gitu, ketika kita mempersiapkan kelas dengan rapi, kemudian teman-teman yang lain langsung memasuki kelas dan menempati kursi-kursi yang sudah disediakan. Rasanya ah mantap. Semoga tetap istiqamah rajinnya, aaamiin.
Mata kuliah Tajwid II guys hari ini. Ini kali pertama hadir setelah libur idul fitri. Ada rasa semangat yang kembali hadir bersemi dalam hati. Tajwid. Salah satu mata kuliah favoritku. Dosennya pun tidak membosankan. Nama dosen mata kuliah tajwid semester 2 ini adalah Asfianur, S.Pd. Yang aku suka dari mata kuliah ini adalah dalam metode pembelajarannya, beliau menggunakan media audio-visual. Secara sederhana, audio visual diartikan sebagai media yang memiliki unsur gambar dan unsur suara. Jenis media ini cenderung memiliki kualitas yang lebih baik, karena melibatkan dua unsur yang saling melengkapi. Iya, kaya kamu dan aku saat bersama kelak. Wkwk. Unsur tersebut yakni unsur visual (melihat) dan juga unsur auditif (mendengar). Itulah yang membuat tak membosankan. Setiap pembukaan selalu diisi dengan ceramah singkat. Dilanjutkan pembahasan materi. Tak lupa di setiap akhir sesi materi, disambung dengan sesi tanya jawab. Sesi terakhir ini mungkin sesi yang begitu mendebarkan bagi mahasiswa yang tidak memurajaah pelajarannya di malam hari. So, kalau tidak ingin mendapat nilai yang bagus jangan belajar malamnya. Wkwkwk.
O iya, sebelum pulang, ada hal menarik yang terjadi pagi ini. Dosen kami membacakan tulisan kesan dan pesan yang sudah ditulis oleh kami yang ditujukan kepada beliau pada pertemuan sebelum libur ramadhan. Ngakak banget sama tulisan mereka. Ups, nama penulisnya disamarkan ya. Ada aja kata-kata yang dibacakan oleh dosen kami yang sontak membuat kami tertawa terpingkal-pingkal. Ada yang memberi saran, untuk pembelajaran selanjutnya jangan terlalu lama. Ada juga yang memohon jika libur nasional, perkuliahan juga harus diliburkan. Hedeeuh. Terserah kalian aja lah. Wkwkwk. Sekitar jam 10.05 kami semua akhirnya pulang. "Barelaan muallim.."
Itulah kata-kata yang terucap dari mulut kami semua saat mengakhiri kelas.
Saat perjalanan pulang, ketemu sama temenku di lampu merah. Bertegur sapa sebentar sembari menunggu lampu merah berganti warna menjadi hijau. And then, gue memutuskan untuk mampir ke perpus daerah. Cari-cari buku, kali aja nemu jodoh. Jodoh buku yang cocok maksudnya. Ca elaah. Iya sendiri. Sama siapa lagi? Aku anaknya emang suka sendiri. Ah alesan. Wkwkwk. Terkadang, ada kalanya sendiri itu enak ceunah. Ngerasa bebas aja gitu. Kalau sama temen, biasanya ujung-ujungnya malah ngerumpi. Tapi ngga semua yaa. Sebagiaan. Ada aja gitu orang-orangnya.
Hm.. Agak lumayan kosong ni perpus. Kulihat ada dua orang anak kecil sedang baca komik. Ah pemandangan yang menyejukkan sekali. Gue lebih suka sama anak-anak yang hobi baca buku daripada main gadget. Trus di meja ujung dekat jendela, ku lihat ada seorang bapak yang juga sedang membaca, sesekali memandang deretan buku dihadapannya. Ku pikir, beliau mungkin sibuk memikirkan 'judul buku yang mana lagi ya yang akan kubaca'. Waah.. salut sii ama ni bapak. Semangatnya untuk membaca melebihi anak muda. Gue yang disindir lewat pemandangan ini merasa malu wey. Iya malu. Sebagai mahasiswa sudah seharusnya mempunyai banyak bahan baca. Yang bermutu dan berkualitas. Ah aku harus lebih semangat lagi.
Aku kemudian mencari buku-buku yang ingin ku baca. Awalnya ingin yg fiksi, tapi ku pikir ini bukan waktu yang pas. Soalnya masa liburan udah habis. Jadi pilihanku jatuh kepada buku yang bernuansa qur'ani. Maa sya Allah. Semoga gue dapat siraman rohani setelah baca buku ini. Mau liat?
This is 🤗

Tak perlu waktu lama untuk menemukan dua buku ini. Dan aku rasa ini cocok dengan keadaanku saat ini yang mulai agak malas murajaah hafalan. Astaghfirullah.. semoga tambah semangaat lagii, aaamiiin. After I found these two books, aku langsung memberitahu penjaga perpusatakaan kalau aku ingin meminjam buku. Then, she is says to me "Pengembalian bukunya tanggal 5 (Mei) ya."
Iya, terimakasih mba.
Lanjut ajaa deh balik ke rumah. Uhhuuy. Alhamdulillah. Ada banyak rasa bahagia yang muncul hari ini. Kebahagiaan akan terus hadir selama kita sendiri yang buat. Jangan membatasi kebahagiaanmu dengan hal-hal yang membutuhkan waktu lama untuk digapai. Takut aja kalau misal untuk bahagia kamu harus punya helikopter pribadi baru merasa bahagia. Kelamaan, kan? Takut lama aja gitu kamu nunggunya. Jadi, kapan bahagianya?
So, menurutku ngga harus nunggu itu juga. Buatlah kebahagian-kebahagiaan kecil yang mudah diraih. Sehingga kamu bisa lebih cepat merasakan bahagia, tenang dan banyak bersyukur lagi dan lagi.
O, iya. Sore ini, ke kampus lagi. Ada mata kuliah Qiraat hari ini. Ini juga pertama kalinya kami mengadakan tatap muka. Alhamdulillah.. akhirnya.
Siangnya, aku ada sedikit murajaah pelajaran minggu terakhir lalu. Hanya mencoba membiasakan diri aja gitu buat semangat belajar. Ya, walaupun rasa ngantuk tak bisa dipungkiri, tinggal bawa tidur sebentar aja, ya khan?
Karena gue pikir, gue kuliah masih dibiayain pakai uang ortu, maka gue harus berikan yang terbaik dong buat mereka. Mereka kerja keras buat nyekolahin anak-anaknya. Masa anaknya ngga ada inisiatif apa-apa gitu. Masa ngga ada feedbacknya? Malu, kan? Sudah seharusnya kan kita juga kerja keras buat dapat yang terbaik buat mereka. Jadi, kadang kalau rasa malas belajar mendekat, segera ku sekat dengan kata kata itu. Semoga bisa terus bertahan ya.
Setelah membantu orangtuaku mempersiapkan bahan-bahan jualan, waktu ashar pun tiba. Gue kembali bersiap. Sebelum ke kampus aku jemput temenku dulu, soalnya katanya kendaraanya dipakai sama mamanya. Aku mah hayuuk aja. Gas cuuus otweww.
Sampai di kampus, ternyata my dosen udah dateng. Nama beliau adalah Siti Rafiqah, SQ, M. Pd. I. Duuh, telat. Kalah cepat sama beliau. Segera gue pilih kursi paling kanan nomor dua. Teman di sampingku menyuruh untuk sama-sama mengisi kursi kosong di depan. Langsung gerak cepat aku mah.
Ternyata ngga seperti yang aku bayangkan. Ku pikir, beliau dosen killer. Kabar baiknya, beliau adalah dosen yang humble, friendly ke semua mahasiswa. Maa sya Allah, suka sekali dengan beliau ini. Pembelajaran berlangsung dengan sangat menyenangkan. Diawali dengan mengulang pelajaran minggu-minggu lalu, kemudian dilanjutkan dengan materi hari ini yang dimulai dari pembahasan idgham sampai imalah versi imam qiraat Qalun. Then, kami praktek membaca surah dengan beberapa wajh. Ini sii yang menurutku bagian yang paling menyenangkan. Semuanya terlihat sangat bersemangat membaca bersama, suara ikhwan terdengar lebih mendominasi kami para kaum akhwat. Bahkan, suara gemuruh turun hujan kalah sama suara para ikhwan yang menggelegar. Hahaha. Pertahankan semangat kalian semua teman-teman. Asyiik tau kalau kaya gini. 🤭
Saking asyiknya, tak terasa waktu bergulir dengan cepat. Akhirnya tiba di penghujung pembelajaran. Saatnya bersiap untuk pulang. Tak lupa kami ucapkan terima kasih untuk our dosen. "Barelaan buu.. "
Di luar, cuaca terlihat gelap sekali. Aku sibuk mencari kunci sepeda motorku di dalam tas. Setelah bongkar-bongkar akhirnya ketemu. Untung ada satu orang temanku menemaniku di kelas. Thankyouu neng. Tak lupa dia mematikan lampu di kelas dan kami berjalan menuju gerbang together. Terlihat dua orang temanku sudah menunggu di parkiran, ah aku bersyukur sekali memiliki kalian. Terimakasih ya Allah.. engkau hadirkan mereka dalam kehidupanku. Semoga mereka menjadi salah satu perantaraku menuju syurga-Mu. Aaamiiin.
Saat itu aku juga dipertemukan teman-teman semasa MA dulu. Layla, Hapsah, Ida dan Rita. Ah, makin bertambah bahagia diriku. Alhamdulillah. Ternyata mereka tidak melupakanku. Aku terharuu. Kami semua saling bersalaman satu sama lain. Terimakasih ya Allah atas kejutan-kejutan hari ini.
Akhirnya, aku bergegas memutar balik sepeda motor dan langsung cuss back to home. Karena cuaca terlihat tidak memungkinkanku untuk mengantar temanku sampai rumahnya, dia pun memintaku untuk mengantarnya sampai muka gang saja, dan aku menyetujuinya. Kami pun berpamitan dan menuju rumah masing-masing.
Sesampainya di rumah, kejutan datang lagi.
Kakakku yang dari Tanjung pulang. Terus, ada anak kucing anggora hitaam di kamar. Maa sha Allah imut piisaan euuy. Aku rebutan sama ponakanku buat sekedar megang doang. 🤣
Ponakan ku ngga mau kalah. Belum beberapa menit direbutnya lagi si embul dari pelukan kasih sayangku. Eeeaaakk.
Saat mau pulang, mereka nangis saat emaknya bilang kucingnya ditinggal di rumah aku aja. Lah ko ngamuk. Duuhh bociil. Kaga ngerti becanda apa gimana. Hahahaha ngakak🤣.
Okeey. Mungkin segitu dulu cerita hari ini. Besok in sya Allah kalau ngga ada halangan, aku mau pergi ke tempat kost temenku buat ngerjain tugas. Semoga bisa. Yook semangaat buat besook.
Ada kejutan apa lagi, ya?
Iya lupa.
Kata-kata mutiara hari ini :
"Berpikir positiflah setiap harinya. Terima apapun yang terjadi dengan lapang dada. Jangan lupa untuk selalu bersyukur 🤗."
Coretan pena malam ini di 280521
Setelah membantu orangtuaku mempersiapkan bahan-bahan jualan, waktu ashar pun tiba. Gue kembali bersiap. Sebelum ke kampus aku jemput temenku dulu, soalnya katanya kendaraanya dipakai sama mamanya. Aku mah hayuuk aja. Gas cuuus otweww.
Sampai di kampus, ternyata my dosen udah dateng. Nama beliau adalah Siti Rafiqah, SQ, M. Pd. I. Duuh, telat. Kalah cepat sama beliau. Segera gue pilih kursi paling kanan nomor dua. Teman di sampingku menyuruh untuk sama-sama mengisi kursi kosong di depan. Langsung gerak cepat aku mah.
Ternyata ngga seperti yang aku bayangkan. Ku pikir, beliau dosen killer. Kabar baiknya, beliau adalah dosen yang humble, friendly ke semua mahasiswa. Maa sya Allah, suka sekali dengan beliau ini. Pembelajaran berlangsung dengan sangat menyenangkan. Diawali dengan mengulang pelajaran minggu-minggu lalu, kemudian dilanjutkan dengan materi hari ini yang dimulai dari pembahasan idgham sampai imalah versi imam qiraat Qalun. Then, kami praktek membaca surah dengan beberapa wajh. Ini sii yang menurutku bagian yang paling menyenangkan. Semuanya terlihat sangat bersemangat membaca bersama, suara ikhwan terdengar lebih mendominasi kami para kaum akhwat. Bahkan, suara gemuruh turun hujan kalah sama suara para ikhwan yang menggelegar. Hahaha. Pertahankan semangat kalian semua teman-teman. Asyiik tau kalau kaya gini. 🤭
Saking asyiknya, tak terasa waktu bergulir dengan cepat. Akhirnya tiba di penghujung pembelajaran. Saatnya bersiap untuk pulang. Tak lupa kami ucapkan terima kasih untuk our dosen. "Barelaan buu.. "
Di luar, cuaca terlihat gelap sekali. Aku sibuk mencari kunci sepeda motorku di dalam tas. Setelah bongkar-bongkar akhirnya ketemu. Untung ada satu orang temanku menemaniku di kelas. Thankyouu neng. Tak lupa dia mematikan lampu di kelas dan kami berjalan menuju gerbang together. Terlihat dua orang temanku sudah menunggu di parkiran, ah aku bersyukur sekali memiliki kalian. Terimakasih ya Allah.. engkau hadirkan mereka dalam kehidupanku. Semoga mereka menjadi salah satu perantaraku menuju syurga-Mu. Aaamiiin.
Saat itu aku juga dipertemukan teman-teman semasa MA dulu. Layla, Hapsah, Ida dan Rita. Ah, makin bertambah bahagia diriku. Alhamdulillah. Ternyata mereka tidak melupakanku. Aku terharuu. Kami semua saling bersalaman satu sama lain. Terimakasih ya Allah atas kejutan-kejutan hari ini.
Akhirnya, aku bergegas memutar balik sepeda motor dan langsung cuss back to home. Karena cuaca terlihat tidak memungkinkanku untuk mengantar temanku sampai rumahnya, dia pun memintaku untuk mengantarnya sampai muka gang saja, dan aku menyetujuinya. Kami pun berpamitan dan menuju rumah masing-masing.
Sesampainya di rumah, kejutan datang lagi.
Kakakku yang dari Tanjung pulang. Terus, ada anak kucing anggora hitaam di kamar. Maa sha Allah imut piisaan euuy. Aku rebutan sama ponakanku buat sekedar megang doang. 🤣
Ponakan ku ngga mau kalah. Belum beberapa menit direbutnya lagi si embul dari pelukan kasih sayangku. Eeeaaakk.
Saat mau pulang, mereka nangis saat emaknya bilang kucingnya ditinggal di rumah aku aja. Lah ko ngamuk. Duuhh bociil. Kaga ngerti becanda apa gimana. Hahahaha ngakak🤣.
Okeey. Mungkin segitu dulu cerita hari ini. Besok in sya Allah kalau ngga ada halangan, aku mau pergi ke tempat kost temenku buat ngerjain tugas. Semoga bisa. Yook semangaat buat besook.
Ada kejutan apa lagi, ya?
Iya lupa.
Kata-kata mutiara hari ini :
"Berpikir positiflah setiap harinya. Terima apapun yang terjadi dengan lapang dada. Jangan lupa untuk selalu bersyukur 🤗."
Coretan pena malam ini di 280521
Ditemani secangkir hangat minuman berperisa coklat yang mulai dingin.
Sampai jumpayeo, sarangahaeyo 🍀🍀
Komentar
Posting Komentar