Langsung ke konten utama

Cerita Hari Ini di November


Good Bye November

 

Hai, kenalin. Nama gue Athiyyah. Lu bisa panggil gue Thiyya. Selamat datang di blog gue. Kayaknya kurang lebih udah satu tahun gue bikin blog ini, ya karena gue suka nulis. Nulis apapun itu, termasuk segala yang ada dalam pikiran gue. Gue lebih suka menuangkannya dalam bentuk tulisan daripada lisan. Keinginan ntuk mempunyai blog ini muncul pertama kali dari kakak perempuan gue. Dia yang ngenalin gue apa itu blog. Di platform ini, kita bisa nulis apapun yang kita mau. Blogger pertama yang dia kenalkan kepadaku adalah blog milik Kang Maul dan GitaSav. Kalau kalian juga mau ikutan baca, kalian bisa cari di penulusuran “maulanaisme” dan “a cup of tea”. Kang maul dulu menempuh studi di Mesir. Sekarang sependek pengetahuan gue, beliau udah balik ke Indo. Akhir-akhir ini gue agak jarang sii baca blognya. Yaa dikarenakan banyak lain hal. Beliau pun juga jarang up, entahlah mungkin juga ada kesibukan.

Jujurly, gue pun akhir-akhir ini lagi di posisi mau ngelakuin suatu hal itu malasnya minta ampun. Bawaannya pengen rebahan. Sesekali sambil mikirin masa depan. Tapi kadang ngga beranjak untuk mengejar masa depan yang cerah. Dasar aku.

Oh, iya. Sekarang ngga kerasa udah ada di penghujung tahun aja nih. Ngga kerasa banget. Umur gue udah 20 tahun cuy, tua hikss. Hawa pahitnya realita kehidupan udah mulai gue rasakan. Caelaaa. Ngga kerasa tahun depan udah semester empat aja nich. Sedangkan mental, masih aja kayak maba. Ya Allah, semoga ada perkembangan.

Kalian pernah gak sii, iseng-iseng baca tulisan kalian waktu dulu, trus ngerasa be like “ih kok, gue keren banget sii dulu pernah nulis ini. Kok, gue dulu anaknya bersyukur banget, ya? Ya ampun, gue rajin bangeett.” Terus, apakabar gue hari ini? Haha. Gue lagi pengen menyendiri, ingin sekali mengeluarkan diri dari hiruk pikuk manusia yang mengelilingi gue. Beban yang gue pikul selama ini, pengennya ditaroh kemana ya biar plong. Sebenarnya itu bukan beban, kan fren? Cuman, ya kitanya aja yang terlalu memberikan tanggung jawab kepada diri sendiri terlalu keras. Terlalu mengejar ambisi. Yaps gue termakan ambisi gue, yang nyatanya ngga menyehatkan buat gue. Gue terlalu banyak termakan hasil pencapaian orang lain, sampai-sampai, gue ngga menghargai pencapaian diri gue sendiri. Parah siih. Gue jadi gampang merutuki diri. Malas bersyukur dalam kondisi seperti ini. Capek. Anehnya gue sadar. Ngga, ngga aneh, kan? Gue sebenarnya tau dengan kondisi gue seperti ini. Tapi, lagi-lagi gue kehilangan arah. Arah tujuan kehidupan yang gue mau. Sebenarnya gue mau apa? Gue ngapain kuliah? Gue, ngapain belajar? Apa yang pengen gue capai?

Gue pernah buat target untuk diri gue sendiri. Nyatanya, gue ngga bisa capai target itu di waktu yang udah ditentukan. Kecewa? Benar, gue keceewa banget. Gue jadi sakit dengan target yang gue buat. Kocak emang. Kayaknya, gue emang gak harus musingin tercapainya target gue atau ngga kali ya. Supaya nge-istirahat-in otak biar ngga melulu mikirin pencapaian. Progress itu penting. Laluin aja kehidupan ini perlahan. Satu per satu. Nikmati setiap fase yang dijalani. Ya walaupun menurut bagi sebagian orang hidup itu perlu target, ya okelah. “Gapapa, karna ada banyak hal yang harus di gapapa-in.” gitu kata Tsana.

Berbicara tentang sosok idola, Tsana adalah salah satu sosok idola gue, entah sejak kapan. Mungkin saat gue baca tulisannya di Instagram. Gue sama sekali, sampai sekarang, belum pernah baca novelnya. Haha. Yang pasti, dia adalah salah satu motivasiku untuk nulis, bikin karya, yang suatu saat bakal ada ketika gue udah ngga ada. Pengen banget nanti ketemu langsung sama dia. Jadi temen deket dia. Berkarya bareng dia. Kenal sama dia. Uhhukk jadi batuk nich. ‘Paus’ adalah sapaan akrabnya di Instagram. Gue sangat menyukai karya tulisannya yang ada di Instagram. Apapun yang dia tulis, sedikit banyaknya relate dengan kehidupan gue. Gue juga akhir-akhir ini suka dengerin podcast dia di Spotify. Dia adalah sosok yang sederhana. Apa adanya. Walaupun terkadang dia orangnya agak random, kocak, nyebelin, tapi ngangenin. Asseekk! Pengen banget ya Allah suatu saat bisa berkarya sama Tsana. Colaboration KuBoo x Rintiksedu. Aaamiiin.. mimpi aja dulu gengs, kan gratiiss.                                 

Duh, mau cerita apalagi ya? Gue nulis ini di laptop Lenovo Idea Slim 3. Mumpung laptopnya masih bertengger di rumah, sebaiknya gue gunakan aja buat nulis. Biasanya laptop ini sama kakak gue. Sekarang, karena satu minggu ke depan gue ada tugas kuliah yang memerlukan gue buat nulis di laptop, ya jadinya gantian. Alhamdulillah.. semoga suatu saat gue bisa beli laptop dengan uang gue sendiri. Aaamiin..

Resolusi buat tahun depan sii ngga terlalu muluk-muluk amat. Gue mau berdamai dengan diri gue sendiri. Ngga terlalu keras sama diri sendiri. Yang penting, jalani proses. Gue pengen tahun depan jadi insan kesayangan Allah. Taat ibadah, ngga malas lagi buat shalat. Pokoknya semoga tahun depan, tahun yang baik buat gue untuk tumbuh menjadi insan yang lebih baik lagi.

Terimakasih sudah membaca sampai sini. Semoga, suatu saat kalau gue liat atau baca tulisan ini, gue bisa tersenyum kembali. Terimakasih sudah sampai di titik ini. Perjuangan kita masih belum selesai sayang. Mesti tangguh lagi dalam menghadapi cobaan. Semoga selalu diberi kekuatan untuk menjalani sisa rona nyawa kehidupan.

Sampaijumpayeo, saranghaeyo!

Senin, 29 November 2021

19:52

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perasaan yang akhir-akhir ini dirasakan

Hai.. akhir-akhir ini banyak kesibukan, ya? kadang bikin hati sama pikiran lelah. tapi, jangan sampai lupa ya dengan bahagia dan sehat kamu. itu penting, demi keberlangsungan hidupmu sebagai manusia. it's okay perlahan.. ditungguin kok. merasa ketinggalan dengan yang lain, merupakan perasaan yang kerap dirasakan, ya? gapapa, terus aja berjalan sesuai lintasanmu. manusia memang di desain cepat untuk melupakan ya, ketika melihat kenikmatan orang lain. pengen ini dan itu serba cepat, tapi lupa kalau semua itu mesti dibangun melalui proses dulu untuk mencapainya. prosesnya pun ga mudah, loh. kita sering melihat hasilnya saja, tanpa peduli bagaimana prosesnya. yaah.. begitulah. well , di tengah kegiatan yang padat ini, aku sepertinya mulai mengurangi kegiatan menulisku. entah di blog, ataupun di buku catatan pribadi.  is it different? y a.. beda aja sii menurutku. aku merasa kehilangan kesenangan itu sendiri. melewati kehidupan tanpa mendalami maknanya. hanya sekedar jalan, minim mengam...

Cerita Hari Ini

Minggu, 16 Mei 2021 Sore mendung. Menyisakan air yang menggenang. Basah di sepanjang jalan. Ya, kau pergi lagi setelah tinggal beberapa hari. Aku, bisa apa? Jika ku tanya, apa tujuanmu pergi ke sana? Mengapa kau lebih memilih pergi tempat yang jauh? Kenapa? Ah, sekali-kali ingin ku tanyakan perihal ini padamu. Bukan. Bukan maksudku menyesali kepergianmu. Hanya saja, ada rasa takut yang kurasa. Atau ini hanya salahku yang terus bergantung padamu? "Hati-hati ya, nak" ucap ibuku. Kata-kata itu membuatku ingin menangis. Kini setelah kepergianmu, aku merasa sendiri lagi. Aku bahkan merasa pusing. Capek. Gimana ya nanti aku ngelewatin ini sendiri? Baru kali ini aku mendengar ibuku mengatakan kata "nak" kepada salah satu anaknya, dan itu bukan kepadaku. Melainkan dia. Haha. Aku tau kau pasti tertawakan jika membaca ini? Lebay amat. Oh ya. Untukmu yang saat ini sedang pergi. Aku cuman mau bilang. Kalau, ibu sama abah sayang sama kamu. Lihat, ngga? Tata...

Catatan Pembelajaran Qiraat Qalun PBA 2A 060221

23:52 Pertemuan pertama di semester 2  "Qiraat Imam Qalun (rawi dari imam nafi')" Kitab yang dipelajari :  المضمنون في روايةالإمام قالون Hlm. 5 Biografi Imam Nafi' dan Imam Qalun 🍀 Imam Nafi' Imam Nafi' almadani, Nafi' bin Abdirrahman bin abi Nu'aim. Kuniyah beliau Abu Ru'aim, Abul hasan, Abu Abdirrahman, beliau adalah maula ja'wanah. Lahir pada tahun 70 H, berasal dari Ashbihan. Kulit beliau berwarna hitam, sangat hitam. Merupakan salah satu imam yang tujuh, bagus akhlaknya, wajahnya manis, dan pandai bercanda. Beliau belajar qiraat dari 70 orang dari ulama tabi'in, diantaranya Abu Ja'far, Syaibah bin Nashah, Muslim bin Jundub, Yazid bin Rumman, Muhammad bin Muslim bin Syihab Azzuhri, dan Abdurrahman bin Hurmuz ala'raj. Beliau bergelut dibidang qiraat dan mengajarkan kepada murid lebih dari 70 tahun. Beliau orang yang zuhud, dermawan, alim terhadap berbagai bacaan qiraat, mengikuti dan meneliti terhadap riwayat2 yang d...